Kamis, 30 Mei 2013

Hati-Hati Penipuan


Baru menikmati Kopi sebelum berangkat ke tempat kerja , Pagi ini saya dapat SMS dari seorang teman. Isinya ngasih tau, bahwa DKW saya kembali "di-Jual" di salah satu situs Niaga On Line. Ini memang sudah kedua kalinya terjadi.


Saya disini berterimakasih sekali lagi untuk teman tersebut. Memang saya secara material saya tidak di rugikan. tapi ini bisa merugikan teman-teman, baik yang berniat membelinya. atau juga buat teman-teman yang benar-benar ingin menjual atau berniaga secara On Line .

Penipuan model begini memang kerap terjadi , ini juga yang mempengaruhi masih rendahnya kepercayaan dan kenyamanan Pembelian secara On Line. Oleh sebab itu beberapa Situs Besar sudah mengantisipasinya dengan berbagai cara. Kalau disini "Veryfied Seller" sudah ada. Di beberapa negara "veryfied Buyer" juga sudah dipakai, agar Bisnis on Line mereka menjadi lebih nyaman.

" Perlu Berhati-hati untuk menjadi Pembeli, dan berusaha  sebaik mungkin untuk menjadi Penjual."...Semoga Niaga On-Line di Indonesia terbebas dari orang-orang yang tidak Compotent, sehingga Berbelanja on line menjadi   Aman , Nyaman dan terus Maju..Aamiin.

Salam



Rabu, 21 Desember 2011

DKW saya.

Ini DKW RT-125 kedua yang saya beli, kalau tidak salah sekitar tahun 2006, awalnya kepingin sekali punya Union yang surat-suratnya lengkap ( saat itu agak sulit ). Pertama melalui iklan koran Jawa Pos ada di Jogja, tapi saya terlambat, belum sempat berkunjung ke-sana Motornya sudah keburu laku. Bersukur Selang beberapa waktu kemudian melalui koran Pos Kota hari Sabtu, ada lagi DKW dengan surat lengkap yang ingin di Jual di Tangerang.

Setelah bikin janji saya berangkat ke-sana .. waktu pertama lihat motor ini kesannya Agak kusam, tapi saya lihat motor ini sepertinya utuh dari bawaannya, serta bisa dibilang lumayan orisinil , jadi walau mesinnya kurang lancar dan harganya sedikit diatas rata-rata DKW Union waktu itu, saya setuju untuk membelinya, saya senang sekali bisa mendapatkannya.




Ini DKW RT-125/2H tahun 1957 ( Produksi akhir-akhir DKW sebelum merger dengan Benz dan VW ) Lumayan Lengkap , Hanya Velg belakang ukuran 18 - Velg dan Ban RT-125 adalah 19-inch -, Tutup Rantainya masih asli bawaannya ( sulit waktu itu ), tangki bensin bila dibuka masih ada saringannya. Klakson dan kunci lampu saya tambahkan kemudian.
.
Foot step belakang memang bukan ori DKW Union ( Footstep karet merk Denfield ) tapi sengaja saya biarkan, karena unik dan buatan lama juga.



Kunci stang masih ada tutupnya, walau sudah tidak fungsi lagi. Tutup Grip Holder juga masih lengkap merknya "Magura". Karburator masih pakai orisinilnya - merk "Bing" . dengan penyaring yang juga berfungsi sebagai Cuk, bila ditutup.



DKW seperti juga motor lawas lainnya tidaklah sulit untuk menyocokkan Nomer Mesin dan Nomor Rangkanya yang terletak dibawah stang tepat diatas Peneng Motor.

Beberapa aksesories lainnya saya tambahkan dimudian hari, seperti klakson, coil box dan yang tersulit adalah anak kunci Orie dibawah ini, merknya 'Hella' lebih kecil sedikit dari ukuran anak kunci BMW R-25, anak kunci ini saya peroleh berkat bantuan Om Chondro-Solo- speciallisasi part sulit-sulit .. Berharap suatu waktu nanti bisa berfungsi kembali .

Masih banyak PR yang ingin saya bikin , tapi yang terpenting hingga sekarang Motor ini bisa dipakai sekedar menemani kerja , jalan-jalan Sore hari ataupun sekedar kelililing-keliling kota.

Kamis, 03 November 2011

Saya dan Motor Tua

"Sheldon's EMU" (http://cybermotorcycle.com/gallery/radex/Radex_Express_125_ILO_Drawing.htm)
.
Sekitar Tahun 90-an, saya mendapat pekerjaan baru dan tinggal di kota Surabaya. Sekali waktu saya diajak mampir ke sebuah bengkel motor , di daerah kalisari kalau tidak salah. Sebuah bengkel motor kumuh . Ada dua tumpuk bangkai motor yang menarik perhatian saya, dua buah motor tua dengan merk dan type yang sama . Dari pemilik bengkel saya diberi tau kedua motor tersebut Merk J.L.O Express buatan German Timur. Saya ingat sekali harganya hanya 275 ribu ! sudah dikasihkan BPKB dan STNK nya..
.
Di-tempat saya bekerja, saya memiliki beberapa tehnisi yang jago-jago, jadi untuk mesin dan krom-kroman diselesaikan oleh mereka. Untuk Cat ? jangan tanya... karena memang Pabrik tempat saya kerja adalah exportir meuble Rotan. Sekali waktu pemilik Pabrik datang untuk sidak karena akan ada kunjungan Pembeli dari Eropa , pada saat memeriksa Line Finishing - yang menggunakan serangkaian Mesin Otomatis - terkejut dia melihat diantara potongan Rotan yang bergantungan mengelilingi Pabrik terdapat Tangki Motor, Shockbreaker Motor dan part motor Lainnya... tapi beliau hanya geleng-geleng kepala saja sambil tersenyum.
.
Motor ini setia sesekali menemani saya selama beberapa tahun saya bertugas di Kota Pahlawan, sebelum akhirnya saya jual bersama satu buah BSA yang saya beli juga dikemudian hari. Sesekali pada hari sabtu atau minggu saya berkeliling Komplex perumahan dan terkadang menemani saya pergi memancing di-dekat-dekat tempat saya tinggal. J.L.O berpindah tangan ke kolektor di Samarinda waktu itu , sedangkan BSA tetap berada di Surabaya.
.
Saya menikmati berkendaraan motor tua, semenjak itu perhatian saya tidak pernah absen darinya. Sekali waktu di sebuah Pameran / Bazar di Surabya di kurun waktu yang sama , salah satu peserta Pameran adalah Motor J.L.O pasangan motor saya dulu di Bengkel dimana saya menemukan motor pertama saya.
.
Sekembalinya saya ke Jakarta, beberapa Motor Tua sempat saya miliki, Pada Waktu itu memiliki Motor tua bukanlah pilihan yang dapat dimengerti banyak Orang, Saya kurang mengerti Mesin tapi Jatuh cinta dengan keklasikan model-model Kendaraan Tua .
.
Selain iklan Pos Kota Hari Sabtu, pada waktu itu hanya sedikit penjual Motor tua. Saya mulai Tau Tony jalan Pedati - Penjual Kendaraan Tua terbesar yang pernah saya Tahu -, sesekali saya mampir ke Tempat Al di-daerah Tomang. Mencari Part waktu itu lebih sulit dari membeli motornya. Sayang dokumentasi foto-foto motor tersebut musnah karena satu hal.
.
Saya senang melihat perkembangan Motor dan Kendaraan Tua kini maju dengan Pesat, hal ini tak lepas dari adanya kemudahan dunia Maya. Kemajuan Penjualan Aksesoris dan Parts juga amat membantu Memudahkan Menghidupkan Kembali Rongsokan Kendaraan Tua. Rasa Persahabatan serta Komunitas Pemilik Motor tua dapat dibanggakan.

Rabu, 02 November 2011

DKW RT-125 -SOLD-





Ini DKW Union milik teman di Tasikmalaya Jawa Barat, mau di Jual lumayan nih, shockbreaker blakangnya Kotak. Tahun 1952 , ini keterangan singkat :

- Surat Tempel th 54 (Bpkb + bukti pembayaran pajak) plat AD
- Kondisi siap pakai (bisa ngebut hehe), lincah di kendarai
- Aksesories seperti apa adanya di Foto
- Lokasi di tasikmalaya.


Kalau ada yang ingin ditanyakan, monggo hubungi langsung ke Pemilik : 081312528686

- SOLD -

Jumat, 12 Maret 2010

PERBEDAAN DKW UNION dan IFA

( Maaf Kang Adjo Motornya saya Pinjem Lagi Gambarnya )
dari : .www.cybermotorcycle.com

Dulu saya pernah punya DKW RT-125/2 tahun 1952, dengan model Shockbreaker belakang Kotak. Pertanyaan yang sering diajukan teman-teman adalah : "IFA" ya..? tambahan lagi cukup banyak juga yang meyakini motor saya adalah DKW IFA. Sakin Penasarannya karena waktu itu literature mengenai DKW IFA tidak banyak , saya sampai dua kali ngirim Foto dan coba menanyakan ke Sheldon's Emu .www.cybermotorcycle.com... tapi ya tidak terjawab.

Akhirnya tanya sana sini , mail sana -mail sini jawaban kesimpulannya nggak terlalu Susah, bahkan setelah itu saya dapat dengan mudah tau kalau sebuah motor di Kanibal antara IFA dan Union...



--------------------------------------
DKW IFA di produksi di German Timur untuk RT-125 dari awal produksi hingga akhir hanya memiliki Satu model saja, dan tidak berubah.



1. Shockbreaker bagian belakang nya hanya satu model saja , tabung ( mirip model 2H )
2. Bagian depan Alu-Alu segitiga Fork nya khas lebih kaku.
3. Untuk Tangki bensin lebih kecil, tanpa emblem dan tutup bensin sebelah kiri.
4. Untuk mesin : tidak ada lambang apapun ( Polos)

Nah , selain Model tersebut diatas dapat dipastikan itu pasti salah satu DKW union, union Rigid, shockbreaker kotak, ataupun shock tabung.

Bahkan dengan patokan diatas kita bisa jadi tahu keorisinilannya, Misal Union dipakaikan mesin IFa atau sebaliknya. Atau Mesin yang ditukar ataupun tangki Bensin yang dikanibal seadanya.

IFA 350 cc 2-tax

Selain 125 cc sebenarnya IFA juga memproduksi CC yang lebih besar, yaitu 350 cc , yang cukup populer DKW IFA 350 . bermesin Boxer tetapi tetap menggunakan bensin 2tax. Bahlan IFA sempat memproduksi 500 cc pada tahun 1956.juga bermesin Boxer.Menurut saya Motor - Motor ini keren penampilannya.

Banyak Teman-Teman yang kadang suka bertanya pada saya, terutama mereka yang baru mau mulai memiliki motor tua , dan pilihan jatuh pada DKW, Mana lebih bagus sih... Union atau IFA...?

Menurut saya, kedua Motor ini karena konsepnya sama, ( ini khusus yang 125 cc ) maka dua-duanya kurang lebih sama bagusnya. DKW union mungkin namanya lebih dikenal secara umum, tapi IFA di Produksi lebih sedikit dari total DKW Union yang hampir 400.000 unit di seluruh dunia..... Jadi kembali pada selera calon pembeli Mau yang dikenal atau mau yang Jarang..? :-)


Rabu, 03 Maret 2010

DKW Union RT-125

DKW RT-125 Union, salah satu type terpopuler yang pernah diproduksi Pabrikan DKW. Konon setelah perang Duni ke II berakhir desain motor ini banyak di tiru oleh Pabrikan-Pabrikan Motor terkemuka sat itu seperti , Harley Davidson ,BSA, Puch, Jawa, juga Yamaha.


DKW RT-100, Cikal Bakal RT-125
presnelling tongkat


Awalnya atas permintaan Tentara German untuk memenuhi kebutuhan perang Dunia ke II , Didisain oleh Herman Weber pada tahun 1939 menggunakan konsep dasar RT-100 yang sempat dipasarkan sebelum perang dunia II . Perubahan Mendasar adalah kapasitas mesin yang ditingkatkan menjadi 123 cc, Presenilling juga tidak lagi menggunakan pressnelling tongkat. Dan untuk Garpu depan ,DKW mencoba merubah desain Cangkrang -yang populer pada tahun-tahun tersebut- dengan bentuk Garpu Piipih/ gepeng , yang merupakan Inovasi barunya. Mungkin ini yang menyebabkan Motor Klasik dengan Garpu depan pipih, lebih banyak kita lihat sekarang di Motor-Motor tua Eropa dibanding dengan Motor Inggris ataupun Motor-Motor buatan Amerika.



DKW RT-125 W
WWII



Setelah Perang Dunia II selesai, Tahun 1949 Pabrikkan DKW yang berada di Ingolstads German Barat mulai kembali berproduksi, dan produk pertama mereka adalah DKW RT-125 yang di beri kode "W" ( untuk "War"= mengingatkan mereka atas produk RT-125 yang dianggap sukses pada waktu itu ), tapi sebagian orang beranggapan inisial "W' adalah : "West" untuk menandakan bahwa produk ini adalah produk German Barat.

Awalnya RT-125 W sangat identik dengan model yang digunakan pada PD II, dengan Mesin 4,75 hp. serta transmisi 3 speed nya tidak berubah, sistem listrik tetap menggunakan kumparan pada koil yang terletak di box dibawah sadel. Hanya saja kapasitas Tangki dinaikan mejadi 9,5 ltr, serta titik ketinggian mesin juga sedikit diperendah.



DKW RT-125 W
Pre War 1949-Garpu depan Pipih



Ditahun 1951 DKW meluncurkan RT-125/2, yang pada saat pemasarannya memberikan optional tipe Deluxe ,tipe ini menambahkan suspensi bagian belakang "square suspepension" yang mengandalkan dua buah per kecil didalam "shockbreaker kotaknya".


DKW RT-125/2

DKW RT-125/2


DKW RT-125/2 DE-luxe




DKW RT-125 /2H

Mulai tahun 1953-1954,DKW RT-125/2H diproduksi menggantikan tipe RT-125/2 sebelumnya , beberapa perubahan design dan mesin dilakukan untuk memenuhi selera pasar, Bentuk blok mesin diperbarui , tenaga mesin ditingkatkan dari 5,7 hp menjadi 6,5 hp yang memungkinkan pertambahan top speed dari 75km/ jam menjadi 84 km/ jam. untuk kenyamanan suspensi di ganti dengan shock breaker Plunger pada bagian belakangnya . DKW RT-125/2H ini berakhir produksinya di tahun 1957.

Minggu, 17 Mei 2009

SEJARAH DKW

J.S.Rasmussen (1878-1964) seorang Engenier berkebangsaan Denmark tiba di Saxoni pada tahun 1916 dan mendirikan sebuah Perusahaan bernama "Zschopauer Maschinenfabric". Awalnya Ia memproduksi kendaraan bertenaga uap ber-merk "DampkraftWagen" .Ditahun 1919 perusahaan ini mencoba menciptakan sebuah mesin kecil 2-tak- yang dapat dipasang secara “clip-on” di sepeda ,dengan menggunakan kulit sebagai pengingkatnya. Mesin-Mesin ini mereka beri nama"Das Knaben Wunder"

Tahun 1921 "Zschopauer Maschinenfabric" berganti nama menjadi "Motorenwerke Rasmussen", pada tahun 1922 mereka memproduksi Motor pertama mereka "Das Kleine Wunder" ( si kecil yang menakjubkan ) dan setelah itu Perusahaan ini berkembang dengan cepat. Inovasi berikutnya berupa pembuatan sasis dengan system “press-steel-frames” memungkinkan DKW berproduksi secara Massal . Mereka menjadi salah satu perusahaan kendaraan Motor terbesar Dunia.. .Di tahun 1929 kapasitas produksi “Motorenwerke Rasmussen" diperkirakan mencapai 60 000 unit pertahunnya.



Di tahun 1932 Motorenwerke Rasmussen berakuisisi dengan 3 perusahaan otomotif lainnya Audi, Wanderer dan Horch menjadi "Auto Union" dengan lambang empat buah lingkaran,seperti yang dapat kita lihat pada merk Mobil Audi sekarang.

Sebagaimana Umumnya Perusahaan Otomotif lainnya, DKW juga tertarik untuk menguji produknya di ajang Balap Motor, dibawah Hermann Weber "Chief Designer & Engeneer DKW", mereka membuat sebuah Unit kecil yang membawahi Departement Racing R&D, dan dengan desain dan performa mesin yang handal pada 1930-an DKW sudah merambah dunia Balap di kelas bergengsi Dunia , Ewald Kludge dengan DKW SS-250 nya tercatat dua kali menjuarai European Chamhionship pada 1938 dan 1939 bahkan pada tahun yang sama ia memecahkan Record kecepatan Dunia dengan Top Speed 183,2 km/h di TT Races.

DKW SS-250 1938

DKW SS-250 1939
Last Version sebelum PD II

www.reisemosaik.at/Grossglocknertrophy/Audi_DKW


Pengalaman Dunia balap dan Racing yang menggunakan mesin 2-tak inilah yang menjadi dasar DKW menggunakan tehnologi ini di semua type Produknya.

Sekitar tahun 1937-an dimana pemasaran baru saja menuju puncak nya , kondisi Politik Dunia mulai memanas , Perang Dunia II Meletus pada tahun 1939 menyebabkan DKW seri NZ yang versi sipilnya belum lama dipasarkan, akhirnya diproduksi untuk menunjang kebutuhan Perang Dunia ke II.

Awalnya "Wehrmarcht" (Tentara German) kurang berminat dengan motor 2-tak ,akan tetapi salah satu divisi nya memerlukakan sebuah motor dengan mesin yang handal untuk digunakan sebagai kendaraan messenger, terpilih NZ-350 yang segera setelah itu diproduksi dalam versi militer , Hampir tak ada perubahan berarti pada NZ-350 versi sipil pada waktu itu.


Akan tetapi walaupun NZ-350 dapat digunakan dengan baik di bagian Barat Eropa, tidak untuk di semaenanjung Balkan dan Russia, yang berdaerah luas dan bertanah rusak berat. NZ-350 dengan berat 170 kg , dan titik terendah antara motor dan tanah yang hanya 12 cm, dianggap kurang efektif . Wehrmacht mengajukan model yang lebih kecil dan ringkas dengan maintenance yang mudah,mengingat medan dengan jarak titik yang luas. DKW RT-125 dengan berat waktu itu hanya sekitar 90 kg. dengan konstruksi mesin ringkas , dan memang dirancang dengan mesin low maintenance ,akhirnya menggantikan NZ-350. Motor ini hasil dari pengembangan type RT-100 yang sebelumnya sudah diperkenalkan sebelum perang Dunia ke II.


DKW RT-125 W
Perang Dunia 2

Setelah Perang Usai, German dibagi menjadi 2 bagiian zschopau berada diwilayah German timur, dibawah kendali Unisovyet.Sebagian ex pekerja Auto Union memilih untuk menetap di Zhopau, yang setelah beberapa saat vacuum maka di Tahun 1950 mereka mulai kembali beroperasi dengan nama "Industrieverwaltung Fahrzeugbau" .
Herman weber sang Designer dan Engineer senior DKW sendiri “ditransfer” ke ishewsk untuk membantu pabrik motor IZH. Ia wafat disana pada tahun 1948.

Sedangkan sebagian Board of Director DKW lebih memilih berlindung ke-Zwickau Wilayah German Barat dan mendirikan"Zentraldepot fur Auto Union-Ersatzteile GmbH .di tahun 1949 Perusahaan ini sudah mulai berproduksi kembali dengan produksi pertamanya DKW RT-125 W (W untuk: War) yang diambil dari kesuksesan type ini pada Perang sebelumnya.Type inilah yang ditiru banyak Perusahaan Motor terkemuka Dunia karena keberhasilan daya tahannya pada perang sebelumnya.

Sesaat setelah PD ke II, DKW kembali menjadi salah satu Pabrik Motor terkemuka. Seri seri RT-125 dan lain seri RT Diperkirakan dalam waktu singkat berhasil dipasarkan sebanyak 48.000 unit keseluruh penjuru Dunia .

Tapi hal ini tak berlangsung lama, Tahun 1958 Mayoritas Saham DKW diambil alih oleh Perusaan terkemuka Daimler/Bens yang menggabungkan DKW, dengan Victoria dan Express dibawah bendera “ Zweirad Union” . Mereka memproduksi motor berkapasitas mesin kecil. Ditahun ini mereka meluncurkan "DKW Hummell" untuk mencoba merebut pasar cc kecil ,serta scooter type Hoby dan cukup berhasil.

DKW Hummell

DKW Hobby

Akhir masa kejaya-an DKW mulai terlihat , setelah sempat dibeli oleh Volkswagen Group, pada tahun 1966 Zweirad Union dibeli oleh Ficthel & Sachs…..dimana Perusahaan ini menjual motor Herculess ke Inggris dan Amerika...dan tidak lagi menggunakan merk DKW .